Sejarah Besar Itu Bermula dari Sini

oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Sekilas tak ada yang menarik dari bangunan kecil berwarna putih pucat dengan sedikit kombinasi hitam itu. Tapi jika kita mau membaca sejarah, bangunan dengan luas total hanya berkisar 110 meter persegi itu -sudah termasuk lantai dua-, menyimpan peristiwa besar yang mengubah peta kekuatan dunia hingga hari ini. Dari bangunan tua dengan langit-langit rendah sehingga terkesan sumpek inilah, kaum Muslimin di seluruh dunia kehilangan kepemimpinan tunggal bernama khilafah. Dari bangunan yang amat sangat sederhana ini pula sebuah rangkaian peristiwa yang penuh kerumitan mendera kita sehingga bercerai-berai menjadi beberapa negara kecil tanpa kekuatan. Dari bangunan ini King Richard “The Lion” Heart mengibarkan bendera Perang Salib!

Terletak di kaki Kastil Nottingham (Castle of Nottingham) atau dikenal juga sebagai benteng Robinhood, Ye Olde Trip to Jerusalem awalnya dibangun sebagai kedai sekaligus tempat pembuatan minuman keras (brewhouse). Ini untuk melayani para peziarah yang sedang transit dalam perjalanan menuju atau pulang dari Jerusalem. Dalam perkembangannya, tempat ini menjadi penginapan transit.

Sekadar catatan, dalam bahasa Inggris kuno trip berarti persinggahan. Bukan perjalanan sebagaimana dikenal dalam bahasa Inggris modern yang sudah memperoleh pengaruh dari bahasa Jerman. Sedangkan Ye Olde Trip to Jerusalem, berarti perjalanan suci semacam haji. Di tempat inilah Perang Salib dirancang, disusun strateginya, disiapkan, dan sekaligus menjadi tempat untuk melepas dan menyambut tentara Salib. Karena itu, meskipun kecil tempatnya, tetapi besar sekali peranannya bagi perkembangan Kristen di seluruh dunia.
Selain Nottingham, kota terpenting lainnya yang berpengaruh besar terhadap keterpurukan dunia Islam adalah Manchester. Manchester merupakan kota yang memiliki ikatan ideologis dengan berdirinya Israel di atas tanah Palestina. Di kota ini, persekongkolan antara Zionis dan penguasa Inggris terjadi pada waktu itu.

Tetapi Maha Suci Allah, hari ini perkembangan Islam di kedua kota tersebut sangat menggembirakan. Masjid kampus yang sangat besar -dua lantai- justru dibangun di universitas utama kedua kota, yakni University of Nottingham dan University of Manchester. Dua kota ini pula yang pernah dipimpin oleh walikota Muslim. Mohammed Munir menjadi Walikota Nottingham tahun 2006-2008, sedangkan Gul Nawaz Khan menjadi Walikota untuk periode 2008-2009. Sementara di Manchester, Mohammed Afzal Khan terpilih sebagai walikota periode 2005.

Gereja Tua Menjadi Masjid

Baik di Nottingham maupun Manchester, kita mudah menemukan masjid. Salah satunya adalah Masjid Umar. Terletak di 398 Alfredton Road, Radford, masjid ini awalnya merupakan sebuah bar. Dibeli tahun 2007, Masjid Umar baru bisa diresmikan oleh Walikota Nottingham Gul Nawaz Khan, setelah melalui renovasi serius selama dua tahun. Masjid ini setiap hari menyelenggarakan madrasah Qur`an yang diikuti 150 santri. Selain itu, juga diadakan pelajaran Islam setiap akhir pekan dan tausiyah harian setiap ba’da Maghrib. Di luar itu, ada berbagai kajian bulanan yang bersifat rutin.

Yang menarik adalah Masjid Didsbury. Kompleks masjid sekaligus Islamic Centre ini awalnya merupakan gereja tua bersejarah. Dengan tetap mempertahankan arsitektur asli untuk eksterior, kecuali menghilangkan salib, patung, dan ornamen yang berkait dengan akiqah, Masjid Didsbury menyelenggarakan kuliah terbuka untuk mengenalkan Islam kepada masyarakat Inggris. Kegiatan yang diselenggarakan setiap Ahad sore ini hasilnya sangat efektif.

Saat ini, Islam dianut 2,8% dari total penduduk Inggris. Jika mengesampingkan penduduk yang tidak beragama atau yang tidak mau diketahui agamanya, maka Islam merupakan agama terbesar kedua setelah Kristen. Populasi Muslim meningkat secara drastis dari 82.000 orang di tahun 1978 menjadi 2.422.000 di tahun 2008. Bandingkan dengan Yahudi yang total berjumlah 270.000 orang. Sebesar 15,1% tidak beragama, sedangkan 7,8% tidak menyatakan agamanya. 1% penduduk beragama Hindu, Sikh 0,6% dan Yahudi 0,5%. Hanya saja, Yahudi yang cuma setengah persen ini memiliki pengaruh yang sangat besar. Sebuah fenomena yang perlu kita renungkan.

Mustafa Kurdi, saksi hidup berkembangnya Islam di Inggris, menuturkan bahwa perubahan besar sedang terjadi di Inggris. “Tiga puluh tahun lalu sulit sekali menemukan masjid di Inggris. Tetapi hari ini, masjid bertebaran di mana-mana. Kaum Muslimin juga tidak kesulitan mencari halal food, terutama di kota-kota yang jumlah penduduk Muslimnya cukup tinggi,” tutur Mustafa. Sikap masyarakat Inggris terhadap Islam juga semakin positif. Terlebih setelah ada kebijakan mengenalkan setiap murid –apa pun agamanya— kepada masjid dan komunitas Islam, kecenderungan untuk menerima Islam semakin tinggi.

Berbicara pada Autumn Gathering yang diselenggarakan oleh KIBAR (Keluarga Islam Britania Raya) akhir Oktober 2010 silam, Mustafa Kurdi mengajak kaum Muslimin Indonesia yang tinggal di Inggris agar memanfaatkan kesempatan untuk mengenalkan Islam kepada siapa saja. Ia juga mengingatkan agar kaum Muslimin benar-benar berusaha menegakkan akhlak Islam.

Sekolah Islam Kian Menjamur

Sebagaimana banyak gereja atau bar berubah menjadi masjid, sekolah juga demikian. Al-Noor misalnya, sekolah dasar (SD) yang berdiri tahun 2000 ini dari waktu ke waktu semakin diminati masyarakat. Mulai beroperasi tahun 2002 dengan 50 murid, saat ini terpaksa menolak banyak pendaftar. Dari tahun ke tahun, jumlah murid yang masuk daftar tunggu meningkat tajam. Ini terjadi karena kapasitas gedung tidak memadai, meskipun telah melakukan pemekaran hampir setiap tahun. Bahkan tahun 2009, Al-Noor membeli White Hart Pub dan menjadikannya sebagai gedung sekolah. Tahun ini, Al-Noor sedang berusaha memenangkan lelang sebuah kompleks SD milik Yahudi, Ilford Jews Primary School. Pesaingnya adalah sebuah SD Hindu yang juga sedang berkembang.

Selain menyelenggarakan pendidikan SD, lembaga ini juga mengelola Al-Noor Qur`an Academy yang mengkhususkan pada pendidikan al-Qur`an, terutama BTAQ dan menghafal, baik untuk anak-anak maupun dewasa. Agar bisa mengikuti program menghafal (tahfidz), peserta harus terlebih dulu lulus BTAQ.

Minat menghafal al-Qur`an dan belajar tafsir berkembang dengan sangat baik. Sekolah Islam umumnya menjadikan pendidikan al-Qur`an sebagai salah satu program utama. Perhatian terhadap pendidikan al-Qur`an lebih kuat lagi di Islamic Boarding School –semacam pondok pesantren— yang banyak bermunculan di Inggris. Biasanya Islamic Boarding School menyelenggarakan pendidikan berdasarkan jenis kelamin, yakni khusus perempuan atau laki-laki.

Baik sekolah konvensional maupun pondok pesantren rata-rata bergabung dengan AMS (Association of Muslim Schools). Selain sebagai wadah pemersatu sekolah-sekolah Islam, lembaga ini juga memberi perhatian besar bagi pengembangan kurikulum pendidikan berbasis Islam. Melihat perkembangan Islam yang sangat pesat, bukan tidak mungkin tahun 2050 Eropa menjadi benua Islam terbesar di dunia. *

 

sumber: Pro u website 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s