Sejarah Besar Itu Bermula dari Sini

oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Sekilas tak ada yang menarik dari bangunan kecil berwarna putih pucat dengan sedikit kombinasi hitam itu. Tapi jika kita mau membaca sejarah, bangunan dengan luas total hanya berkisar 110 meter persegi itu -sudah termasuk lantai dua-, menyimpan peristiwa besar yang mengubah peta kekuatan dunia hingga hari ini. Dari bangunan tua dengan langit-langit rendah sehingga terkesan sumpek inilah, kaum Muslimin di seluruh dunia kehilangan kepemimpinan tunggal bernama khilafah. Dari bangunan yang amat sangat sederhana ini pula sebuah rangkaian peristiwa yang penuh kerumitan mendera kita sehingga bercerai-berai menjadi beberapa negara kecil tanpa kekuatan. Dari bangunan ini King Richard “The Lion” Heart mengibarkan bendera Perang Salib!

Continue reading

Dakwah ala Remaja Islam

Dakwah? Hmm.. kok kayaknya berat banget kedengarannya ya? Lho, emangnya kenapa? Sebagian teman remaja biasanya denger atau ngucapin kata dakwah terasa sangat berat. Telinga pekak en lidah kelu dan yang terbayang di benaknya pasti urusannya dengan jenggot, kopiah, baju koko, sarung, dan jilbab. Well. Nggak salah-salah amat sih. Cuma nggak lengkap penilaiannya.

Continue reading

Kenalilah dengan Siapa Engkau Berteman

Mau Surga atau Neraka, Kenalilah dengan Siapa Engkau Berteman

By. Sumedi

Sebut saja namanya Agus. Sebelumnya, pria berusia 19 tahun ini hidup di antara remaja-remaja nakal. Ia dikenal sebagai anak yang super berandal. Selain perilaku seks bebas yang tak pernah didekatinya, hampir semua kebiasaan buruk pernah ia lakoni. Merokok, perkelahian antar pelajar, mabok miras, hingga narkoba. Sampai kemudian ia tinggal, bergaul dengan teman-teman sesama santri dan para ustadz di sebuah pesantren.

Continue reading

Kenakalan Remaja dalam Islam

gambar : voa-islam.com

Akhir-akhir ini di beberapa media masa sering kita membaca tentang perbuatan kriminalitas yang tejadi di negeri yang kita cintai ini. Ada orang tua kandung yang tega meniduri anaknya sendiri, ada seorang anak yang meniduri ibu kandungnya sendiri, ada guru yang melakukan kekerasan dalam mendidik siswa-siwanya dan masih banyak lagi kriminalitas yang terjadi di negeri ini. Kerusakan moral sudah merebak diseluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa serta orang yang sudah lanjut usia. Semua kalangan tidak mau disalahkan, pemerintah menyatakan diri telah berusaha memperbaiki dekadensi moral ini dengan berbagai program yang hanya tertulis dalam kertas-kertas, ulama’ menyatakan diri sama dengan pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaikinya, berbagai organisasi dan gerakan dideklarasikan tetapi hanya sebatas wacana belaka kenyataannya tetap saja moral negeri ini tidak bisa di perbaiki.

Continue reading

Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.

Continue reading

Kaca Spion

Seorang Instruktur stir mobil tampak begitu serius memperhatikan seorang muridnya yang sedang mengemudikan mobil. Sesekali, sang Instruktur memberikan isyarat agar sang murid fokus ke arah depan.

“Jangan terlalu sering memperhatikan kaca spion,” ucap sang Instruktur ketika sang Murid kerap menoleh ke kiri atau ke kanan, juga ke atas di mana kaca spion mobil berada. Padahal, jalan yang mereka lalui lurus, tanpa belokan.

Sang Murid pun kembali fokus. Tapi, hasrat untuk menoleh ke spion lagi-lagi secara spontan muncul. Dan saat itu pula, sang Instruktur kembali mengingatkan.

Continue reading

Bahaya Ambisi Kepemimpinan

Terhadap Pribadi Aktivis

Orang-orang yang terlalu berambisi terhadap kepemimpinan dan mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin, pada umumnya memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat berebihan, sekaligus menyepelekan peran orang lain, serta bantuan dan pertolongan Allah. Padahal telah menjadisunatullah bahwasanya Allah Ta’ala tidak akan memberikan bantuan dan pertolongan kepada para hamba-Nya yang bersikap semacam itu.

Menjerumuskan Diri Sendiri ke Dalam Fitnah dan Murka Allah

Orang yang menginginkan kekuasaan dan jabatan diumpamakan sebagai orang yang tengah meletakkan dirinya pada tempat berhembusnya angin fitnah. Orang yang dalam melaksanakan kekuasaannya tidak tidak mendapat pertolongan dan bimbingan Allah,maka mudah baginya berlaku zalim dan bertindak sewenang-wenang. Jika dia berbuat seperti itu, maka berarti dia mengundang murka Allah Ta’ala.

Continue reading

Keutamaan Doa

Saudaraku … do’a itu memiliki banyak sekali fadhilah atau keutamaan. Berikut beberapa di antaranya:

Pertama: Do’a adalah ibadah dan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

Do’a adalah ibadah.” (HR. Abu Daud no. 1479, At Tirmidzi no. 2969, Ibnu Majah no. 3828 dan Ahmad 4/267; dari An Nu’man bin Basyir)

Kedua: Do’a adalah sebab untuk mencegah bala’ bencana.

Ketiga: Do’a itu amat bermanfaat dengan izin Allah. Manfaat do’a ada dalam tiga keadaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut,

Continue reading

Pelajaran dari Wanita Pelit

Oleh: H. Rahmat Hidayat Nasution, Lc

DALAM beberapa kitab tazkiyatun nafs, sepertiTanbiihul Ghaafiliin, Al-Jauharul Mauhuub wa Munabbihatul Quluub, dan Al-Mawaaidz al-‘Ushfuuriyyah, dicantumkan sebuah kisah ganjaran yang diberikan Allah Subhanahu Wata’ala kepada seorang wanita yang pelit bersedekah saat ia hidup di dunia. Inilah petikan kisahnya.

Suatu hari datang kepada Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) seorang wanita dengan tangan kanan yang tidak berfungsi (lumpuh). “Ya Rasul, berdoalah kepada Allah untuk tanganku ini agar bisa berfungsi kembali seperti semula,” pintanya kepada Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم).

“Kenapa tanganmu bisa seperti itu?” tanya Rasulullah kembali.

Continue reading

Di Masjid pun, Peran Keayahan Mulai Hilang

Praktisi parenting dan spesialis kepengasuhan anak Irwan Rinaldi mengatakan peran masjid sebagai pilar dasar pendidikan dan pembangunan karakter anak anak Muslim mulai hilang. Saat hari Jum’at misalnya, yang mayoritas jama’ahnya, hingga 90 persen, adalah usia anak anak dan remaja, khotib Jum’at nyaris tidak pernah menyapa mereka dengan pesan pesan motivasi dan sapaan yang menyentuh.

Hal itu diungkapkan Irwan sebagaimana pengalaman dia setelah berkeliling melakukan sholat Jum’at di di sejumlah masjid di Jabodatabek. Padahal waktu Jum’at adalah waktu di mana jamaah dengan usia anak dan remaja sedang berkumpul seringkali lebih banyak ketimbang jamaah dewasa.

Hari ini, sarana pendidikan yang paling efektif adalah masjid. Tapi, kata Rinaldi, ternyata banyak juga pengurus masjid yang tidak atau belum mengerti kepengasuhan anak, sehingga akhirnya anak anak pun lebih suka nongkrong di warnet ketimbang di masjid.

Continue reading