Kiat Keluarga Islami

Bagaimanakah wujud keluarga Islami itu? Bayangan anda tentang suami isteri yang bertingkah laku bagai malaikat serta rahmat Allah yang senantiasa melimpahi kebutuhan hidup mereka tentu bukanlah gambaran yang benar. Ajaran Islam sendiri merupakan ajaran yang dirancang bagi manusia yang memiliki berbagai kelemahan dan kekurangan dan siap diterapkan dalam berbagai keadaan yang menyertai hidup manusia.

Jadi, jika anda menemui goncangan-goncangan yang menyangkut diri anda dalam masalah pribadi, hubungan dengan suami atau isteri dan anak-anak, atau dalam berbagai kondisi yang menyertai keluarga, janganlah anda panik dulu atau merasa dunia hampir kiamat. Sebab, justru dalam momen seperti itulah anda dapat memperlihatkan komitmen sebagai seseorang sebelum dibuktikannya melalui amal kehidupan.

Continue reading

Advertisements

Pendidikan Anak

Mendidik anak kadang mirip mengasah sebuah pisau. Butuh ketelitian dan kehati-hatian. Kalau tidak, bukan sekadar pisau yang akan menjadi tajam; tangan pun bisa luka tergores.

Setiap ibu ingin punya anak yang saleh. Taat pada Allah, bakti sama orang tua. Kalau anak bisa seperti itu, ibu mana pun akan senang. Selain karena sukses menunaikan amanah Allah, kelak di masa tua pun bisa menenteramkan.

Namun, tidak semua keinginan baik punya jalan gampang. Karena anak bukan seperti mainan lilin yang bisa dibentuk cuma dengan gerakan jari tangan. Ada hal lain yang harus diperhatikan. Butuh kesabaran, juga keteladanan. Hal itulah yang kini dirasakan Bu Cici.

Continue reading

Kekuatan CInta

Oleh Bayu Gawtama

Si kecil masuk ke rumah sambil meringis, tangannya memegangi lututnya yang terluka. Rupanya ia baru saja terjatuh dari mobil-mobilannya. Dan seperti biasa, ia akan melaporkan kejadian yang baru saja dialaminya kepada saya, meski dengan bahasa lisan bercampur dengan bahasa tangan. Dari wajahnya saya bisa melihat rasa sakit yang dirasakannya. “Sini Abi sembuhkan sakitnya ya…”

Dengan sentuhan lembut penuh cinta, saya mengusap bagian lututnya yang luka. Ia meringis kesakitan, tapi buru-buru saya kecup lukanya dan sambil mengatakan, “Bismillaahirrahmaanirrahiim, sembuh deh. Sakitnya hilang kan? Bisa main lagi deh…” Ajaib! Ia tersenyum meski wajahnya masih sedikit menyeringai. Saya yakin rasa sakitnya masih terasa, namun kekuatan cinta yang sudah saya alirkan melalui sentuhan dan kecupan di lukanya membuat ia yakin bahwa lukanya memang sudah sembuh. Terbukti, ia pun bermain lagi seperti biasa. Jika ia terjatuh lagi, ia sudah tahu kemana akan mencari dokter ajaibnya.

Continue reading