Ajak Tolak Valentine, Bagi Permen Lollipop

Forteens: Jaga kesucian sebelum menikah. Itu pesan utama kami

BATU – Hiruk- pikuk perayaan menyambut valentine atau hari kasih saying, ditanggapi beragam oleh sejumlah lapisan masyarakat. Di satu sisi ada pihak yang antusias menyambut perayaan yang jatuh tiap 14 Februari itu, di lain hal ada pihak yang menentang.

Seperti yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis remaja yang tergabung dalam lembaga Forteens, Kota Batu. Siang kemarin, sejumlah remaja putri kontra valentine tersebut menghimbau para remaja untuk tidak turut dan larut pada dalam perayaan hari kasih sayang. Karena perayaan hari kasih sayang, identik dengan kegiatan yang melanggar norma-norma agama. Yang terparah adalah hubungan seksual di saat belum ada status resmi atau belum menikah.

Untuk menarik simpati remaja lainnya, mereka membagi-bagikan permen lollipop dan satu lembar bulletin (sm@rt forteens) yang berisi himbauan untuk menjaga hati, padangan dan menjaga interaksi. Permen lollipop yang dibagikan ke sejumlah pengunjung di Alun-alun Kota Batu itu juga bertuliskan pesan moral keep clean until married. ”Saat ini, pergaulan remaja sudah banyak yang kebablasan. Tentu kita semua harus saling mengingatkan supaya tidak terjerumus dalam pergaulan bebas,” kata Nana Dwi, Humas Forteens di sela-sela aksi.

Nana mengatakan, imbauan itu disampaikan karena pada umumnya perayaan valentine sering disalahgunakan oleh sejumlah remaja untuk kegiatan seks bebas. “Jaga kesucian sebelum menikah. Itu pesan utama kami, “ kata dia. (Jawa Pos – Radar Malang, Senin 13 Februari 2012)

Jawa Pos – Radar Malang, Senin 13 Februari 2012

Advertisements

Dakwah ala Remaja Islam

Dakwah? Hmm.. kok kayaknya berat banget kedengarannya ya? Lho, emangnya kenapa? Sebagian teman remaja biasanya denger atau ngucapin kata dakwah terasa sangat berat. Telinga pekak en lidah kelu dan yang terbayang di benaknya pasti urusannya dengan jenggot, kopiah, baju koko, sarung, dan jilbab. Well. Nggak salah-salah amat sih. Cuma nggak lengkap penilaiannya.

Continue reading

Kenakalan Remaja dalam Islam

gambar : voa-islam.com

Akhir-akhir ini di beberapa media masa sering kita membaca tentang perbuatan kriminalitas yang tejadi di negeri yang kita cintai ini. Ada orang tua kandung yang tega meniduri anaknya sendiri, ada seorang anak yang meniduri ibu kandungnya sendiri, ada guru yang melakukan kekerasan dalam mendidik siswa-siwanya dan masih banyak lagi kriminalitas yang terjadi di negeri ini. Kerusakan moral sudah merebak diseluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa serta orang yang sudah lanjut usia. Semua kalangan tidak mau disalahkan, pemerintah menyatakan diri telah berusaha memperbaiki dekadensi moral ini dengan berbagai program yang hanya tertulis dalam kertas-kertas, ulama’ menyatakan diri sama dengan pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaikinya, berbagai organisasi dan gerakan dideklarasikan tetapi hanya sebatas wacana belaka kenyataannya tetap saja moral negeri ini tidak bisa di perbaiki.

Continue reading

Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.

Continue reading

Peranan Kaum Muda Islam

Pemuda dan pemudi memang memegang peranan penting dalam hampir setiap perjuangan meraih cita-cita. Revolusi Perancis yang menumbangkan kekuasaan monarki digerakkan oleh para pemuda-pemudi. Perjuangan pro demokrasi di RRC dan Burma juga digerakkan oleh pemuda dan pemudi. Medan Tiananmen di Beijing, Cina boleh menjadi saksi bagaimana keberanian pemuda-pemudi menyongsong desingan peluru demi cita-cita demokrasi yang didambakannya. Bahkan foto yang merekam keberanian seorang pemuda pro-demokrasi menyongsong iringan tank lapis baja menjadi foto jurnalistik terbaik di dunia ketika itu. Para pengikut setia Lenin dan Stalin di awal kemenangan komunis di Russia kebanyakannya adalah para pemuda. Pemuda Mikail Gorbachev ketika berusia 18 tahun menulis, ‘ Lenin adalah ayahku, guruku dan Tuhanku’.

Continue reading